PERDANA PEMBENTUKAN RANTING IPNU IPPNU DESA WADAS, BERJALAN SUKSES.

PERDANA PEMBENTUKAN RANTING IPNU IPPNU DESA WADAS, BERJALAN SUKSES.

PERDANA PEMBENTUKAN RANTING IPNU IPPNU DESA WADAS, BERJALAN SUKSES.
IPNU IPPNU adalah organisasi yang menggerakkan pelajar dan santri di Indonesia. Dengan demikian, IPNU IPPNU juga mewadahi minat bakat pelajar dan santri mulai dari Kota hingga pelosok desa. Oleh sebab itu, Ranting NU Desa Wadas mengadakan pembentukan IPNU IPPNU pada hari Jumat, 10 Juli 2020 yang diikuti oleh pelajar dan santri yang berdomisili di Desa Wadas.
Acara yang diadakan di Mushola Dukuh, Desa Wadas ini berjalan dengan lancar dan khidmat.
Persidangan pemilihan ketua yang dipimpin oleh Pimpinan Anak Cabang IPNU IPPNU Kecamatan Kajoran, membuahkan hasil dengan terpilihnya Rekan Eri dan Rekanita Zuni sebagai ketua umum, lalu dilanjutkan pemilihan tim formatur yang menjadi pengurus dalam Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Desa Wadas.
Bukan hanya sekedar pembentukan saja, acara ini juga diisi Tausyiah oleh bapak KH. Mizan Sya’roni yang juga menjabat sebagai ketua MWC NU Kecamatan Kajoran.
“ Alhamdulillah sudah bertambah lagi IPNU IPPNU di Kajoran, ini adalah sebuah hidayah karena begitu susahnya anak muda untuk bergabung dalam organisasi ini,” kata beliau dalam tausyiahnya.
“ Alhamdulillah pada kesempatan hari ini PAC IPNU IPPNU Kecamatan Kajoran mendapat amanah untuk membentuk PR IPNU IPPNU Desa Wadas yang mana merupakan ranting IPNU IPPNU perdana di desa ini. Sehingga diikuti dengan sejumlah peserta atau calon pengurus yang sangat antusias untuk bergabung diorganisasi di bawah naungan NU ini,” kata Rekanita Azizah selaku ketua PAC IPPNU Kecamatan Kajoran.
Acara ini ditutup dengan doa oleh bapak KH. Mizan Sya’roni dan foto bersama Banom NU Desa Wadas.
Terpilihnya Rois Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah MWCNU Kajoran 2020-2025

Terpilihnya Rois Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah MWCNU Kajoran 2020-2025


PAC IPNU IPPNU Kajoran mengucapkan selamat dan sukses
.
Atas terpilihnya

Beliau Bapak KHR. Abdul Hadi Zen sebagai Rois Syuriyah MWCNU Kajoran masa khidmah 2020-2025
Dan Beliau Bapak KH. Mizan Sya'roni sebagai Ketua Tanfidziyah MWCNU Kajoran masa khidmah 2020-2025
.
Semoga dapat mengemban amanah, tanggung jawab, serta dapat membawa Nahdlatul Ulama lebih baik kedepannya menuju 1 abad NU yang aktif, produktif, dan milenialis yang terbalut dalam indahnya syari'ah ahlusunnah wal jama'ah.

SELAMAT HARLAH IPNU KE-66 -PAC IPNU IPPNU KAJORAN

SELAMAT HARLAH IPNU KE-66 -PAC IPNU IPPNU KAJORAN


[24 Februari 2020]
--------------------------------------------- ----------------------------- SELAMAT HARLAH IPNU KE-66
Semoga selalu istiqomah dan kuat mengemban amanah organisasi ini.
Siapa kita? PelajarNU
IPNU IPPNU? Belajar, Berjuang, Bertaqwa

#harlah66ipnu #harmoniindonesia #ipnukjr #ippnukjr #kartikanews #scc #cbp #kpp #rekandanrekanita #ipnu #ippnu #ipnuippnumagelang #aswaja #salam3b #belajarberjuangbertaqwa
Sah nya GP Ansor dan IPNU-IPPNU Kajoran

Sah nya GP Ansor dan IPNU-IPPNU Kajoran


Pelantikan Bersama
GP ANSOR & PAC IPNU IPPNU Kajoran

Kartika News - Pimpinan Anak Cabang Kecamatan Kajoran mengadakan acara Pelantikan Bersama GP Ansor masa khidmat 2019-2021 dan IPNU-IPPNU masa khidmat 2020-2022 serta Apel BANSER dan pembagian sertifikat Diklatsar Kartika Nawa 27 SATKORYON Kajoran. Acara tersebut dilaksanakan pada hari Ahad Pahing, 16 Februari 2020 di SMK Ma’arif Walisongo Kec. Kajoran Kab. Magelang pada pukul 09.00-15.00 waktu setempat.

Acara pelantikan dihadiri oleh Pengurus serta Anggota Badan Otonom Pimpinan Anak Cabang se-Kecamatan Kajoran, tamu undangan dari Pengurus Cabang Kabupaten Magelang dan Jajaran Alumni.

Prosesi pelantikan dilaksanakan setelah pembacaan mushaf Al-Quran, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Syubbanul Wathon, Mars Ansor, Mars Banser, Mars IPNU-IPPNU, dan sambutan – sambutan, dimana PAC IPNU-IPPNU dilantik terlebih dahulu oleh PC IPNU_IPPNU baru setelahnya PAC GP ANSOR dilantik oleh PC GP ANSOR.

Selain acara tersebut, juga diadakan pengajian dan doa penutup dari Bapak KH. Fathurrahman dari Poncol, Salatiga.

Diharapkan semoga ke depannya GP ANSOR & IPNU-IPPNU Kecamatan Kajoran pada khususnya dan Badan Otonom Nahdlatul Ulama Kecamatan Kajoran maupun yang lain pada umumnya akan lebih berjaya dalam jihad bagi kemaslahatan umat masa kini maupun di masa yang akan datang.

“Meneguhkan kemandirian NU untuk kemaslahatan dan perdamaian umat”.







[Berita Acara]
Pelantikan Bersama
GP ANSOR Dan  IPNU IPPNU Kajoran

Kartika News - Pimpinan Anak Cabang Kecamatan Kajoran mengadakan acara Pelantikan Bersama GP Ansor masa khidmat 2019-2021 dan IPNU-IPPNU masa khidmat 2020-2022 serta Apel BANSER dan pembagian sertifikat Diklatsar Kartika Nawa 27 SATKORYON Kajoran. Acara tersebut dilaksanakan pada hari Ahad Pahing, 16 Februari 2020 di SMK Ma’arif Walisongo Kec. Kajoran Kab. Magelang pada pukul 09.00-15.00 waktu setempat.

Acara pelantikan dihadiri oleh Pengurus serta Anggota Badan Otonom Pimpinan Anak Cabang se-Kecamatan Kajoran, tamu undangan dari Pengurus Cabang Kabupaten Magelang dan Jajaran Alumni.

Prosesi pelantikan dilaksanakan setelah pembacaan mushaf Al-Quran, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Syubbanul Wathon, Mars Ansor, Mars Banser, Mars IPNU-IPPNU, dan sambutan – sambutan, dimana PAC IPNU-IPPNU dilantik terlebih dahulu oleh PC IPNU_IPPNU baru setelahnya PAC GP ANSOR dilantik oleh PW GP ANSOR.

Selain acara tersebut, juga diadakan pengajian dan doa penutup dari Bapak KH. Fathurrahman dari Poncol, Salatiga.

Diharapkan semoga ke depannya GP ANSOR & IPNU-IPPNU Kecamatan Kajoran pada khususnya dan Badan Otonom Nahdlatul Ulama Kecamatan Kajoran maupun yang lain pada umumnya akan lebih berjaya dalam jihad bagi kemaslahatan umat masa kini maupun di masa yang akan datang.

“Meneguhkan kemandirian NU untuk kemaslahatan dan perdamaian umat”.






SW Bandongan Dilantik: Komisariat IPNU&IPPNU Lebih Baik Dari OSIS

SW Bandongan Dilantik: Komisariat IPNU&IPPNU Lebih Baik Dari OSIS

Penyerahan SP : Khoiril Anwar Sekretaris PC IPNU (kanan) Menyerahkan Surat Pengesahan Pimpinan Komisariat kepada Ketua Komisariat terpilih (kiri).


Kartika News, Bandongan - Pimpinan Komisariat SMP Syubbanul Wathon Bandongan Masa Khidmat 2018-2019 mengadakan pelantikan pengurus, Jumat (17/8). Kegiatan yang dilaksanakan setelah upacara peringatan HUT RI Ke-73 ini dibimbing langsung oleh Pimpinan Cabang IPNU&IPPNU Kabupaten Magelang.

PC IPPNU dalam prosesi pelantikan Komisariat SW Bandongan
Pelantikan sebagai salah satu upaya simbolik sebagai bentuk eksistensi legalitas kepengurusan IPNU&IPPNU mempunyai peran yang cukup penting untuk menciptakan semangat baru untuk kemajuan organisasi dimasa yang akan datang. "Ketika kami memakai komisariat IPNU&IPPNU justru melebihi OSIS di sekolah-sekolah pada umumnya, karena Surat Pengesahan diturunkan langsung dari kabupaten tidak hanya sekolah" ungkap Eka, salah satu pembina IPNU Komisariat SMP Syubbanul Wathon Bandongan.

Dalam proses pelantikan tersebut pihak SMP Syubbanul Wathon Bandongan juga mengemukakan bahwa dengan bergantinya OSIS menjadi Komisariat IPNU&IPPNU kegiatan kesiswaan akan lebih maju karena bidang garap IPNU&IPPNU ini sangatlah kompleks dan saling terintegrasi dari tingkat nasional hingga sekolah sekalipun. (nandcbp)
CBP&KPP Kajoran, Pemeran Dibalik Suksesnya Paskibra 2018

CBP&KPP Kajoran, Pemeran Dibalik Suksesnya Paskibra 2018

Foto Bersama : Zidan DKAC CBP (kiri) & Ida DKAC KPP (kanan) foto bersama Camat, Danramil, Kapolsek, Kepala Sekolah dan Paskibra Kecamatan Kajoran


Kartika News, Kajoran - IPNU&IPPNU sebagai organisasi yang menjadi wadah berhimpunya pelajar mempunyai peran penting dalam peningkatan nasionalisme bagi pelajar. Upaya peningkatan nasionalisme bagi pelajar sudah menjadi hal wajib bagi IPNU&IPPNU untuk dilaksanakan. Melalui lembaga Corps Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) ini organisasi IPNU&IPPNU membuktikan dedikasinya untuk terus membentuk generasi cerdas bangsa melalui bidang bela negara bagi para pelajar Indonesia. 

PAC IPNU&IPPNU Kecamatan Kajoran melalui CBP&KPP melakukan pendampingan aktif untuk menyukseskan upacara peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI ke-73 dengan menjadi asisten pelatih PASKIBRA Kecamatan. Eksistensi CBP&KPP Kecamatan Kajoran juga ditunjukkan ketika  mendampingi PASKIBRA Kecamatan dalam pelaksaan Upacara Peringatan HUT RI ke-73 di Lapangan Desa Kajoran, Kecamatan Kajoran, Jumat (17/8). 

Melalui CBP&KPP ini pelajar di Kecamatan Kajoran dibentuk untuk mempunyai karakter sebagai kader bangsa yang suatu saat nanti akan menjadi pemimpin di negeri ini. (nandcbp)
Wujudkan Cita-Citamu Bersama IPNU&IPPNU

Wujudkan Cita-Citamu Bersama IPNU&IPPNU


Foto bersama : Zidan&Ida (tengah) bersama Bayu Wijayanti Balian KB&KS (kiri) serta Basirul Khakim Camat Kajoran (kanan) setelah Upacara Peringatan Proklamasi 

Kartika News - Berprestasi, menjadi satu kata yang selalu ditanamkan dalam setiap jiwa di IPNU&IPPNU. Sebagai pelajar yang menjadi pemeran utama perubahan bangsa kami mempunyai tanggungjawab besar untuk terus menyiapkan diri menjadi pemimpin negeri. 

Melalui IPNU&IPPNU kita mendapat kesempatan besar untuk mewujudkan mimpi, merealisasikan cita-cita untuk menjadi pemuda harapan bangsa. 

Zidan Kazbiyan M dan Ida Nailil Khusna misalnya, mereka berdua adalah kader IPNU&IPPNU yang telah memberikan motivasi bagi kita semua untuk terus berusaha merealisasikan mimpi. Terus berlari dan mengepalkan tangan dalam menghadapi setiap tantangan yang menghadang. Berbagai prestasi mereka raih sebagai pembuktian bahwa pelajar merupakan calon pemimpin negeri. Saat ini mereka masih berusaha mewujudkan cita-citanya menjadi salah satu bagian dari prajurit negeri penjaga NKRI. Selamat berjuang menjadi prajurit TNI. (nandcbp)
VANQUISH EMOTIONS (Menaklukan Emosi)

VANQUISH EMOTIONS (Menaklukan Emosi)

behejsrdcem.com

“Dunia Diciptakan Bukan Untuk Orang Yang Lemah”

Aku tak pernah tahu apa arti mengerti dan memahami,rasa egois dan menang sendiri selalu ada didalam diriku,hingga aku tidak tahu ternyata jalan yang salah yang kupilih.
Aku lebih memilih hidup dengan segala kemauanku sendiri,sekolah,teman,belajar,semua sudah tidak kupedulikan. Sejak keluargaku hancur,aku tidak tahu arah mana yang akan kutuju,ayah meninggalkan aku,ibu dan adikku. Rasa dendam ini memuncak ketika ayah menceraikan ibu dan memilih dengan wanita lain,hal sepahit itu aku rasakan ketika aku berumur 10 tahun,
            Dan hidupku berubah ketika aku menemukan seseorang yang bisa merubah hidupku,seseorang yang memberikan suatu kepercayaan yang besar kepadaku.
***
            Namaku Bintang Pratama,umurku 17 tahun,sungguh masa remaja yang kelam,tak seperti cita-citaku ketika aku masih kecil,aku masih sekolah disebuah SMA Swasta di Magelang.
Aku berjalan menyusuri koridor sekolah,penampilanku tak pernah rapi semua semauku,mungkin semua anak disekolah ini sudah tak peduli denganku bahkan muak melihat tingkahku yang setiap hari hanya bolos,mangkir,usil dan sebagainya.
Aku sengaja berangkat pagi hari ini,tidak seperti biasa yang selalu telat,aku punya misi tersendiri yang harus kuselesaikan. Lorong sekolah masih sepi,aku hanya melihat beberapa murid yang sudah masuk kelas,aku terus berjalan sambil mengawasi kondisi sekitar,terlihat dipojok koridor,seorang anak perempuan dengan kacamata minus dan buku ditangannya,tatapan matanya tetap terlihat tajam walaupun terhalang kacamata,dia selalu berdiri disana,dia bernama Vela anak itu selalu menatapku tapi bukan tatapan seperti halnya anak-anak jaman sekarang yang selalu terobsesi dengan cinta,menjijikan. Tatapan nanar yang dipancarkannya seperti bermakna banyak.
            Aku segera berlari menuju belakang sekolah,gelap.Belakang sekolah langsung berhadapan dengan perkebunan warga yang rumpek,cara mudah juga untuk membolos bersembunyi dibalik dedaunan pohon pun tidak akan ketahuan.
“Hi Tang?” Suara berat itu menyapaku. Aku menyapanya hangat.
“Mana barangnya?”. Edo menyodorkan barang tersebut.
“Eitsss….. duit duluu”.
“Santai aja kali boy,ntar malem kita pesta bersama,gue yang traktir”. Edo menepuk bahuku,aku tahu  dia mabuk pagi ini,bau alkoholnya menyeruak hidungku.
“Tang,loe mau bolos nggak,kalo iya gue tunggu di base biasa”.
“Oke boy”. Aku segera menyembunyikan barang itu didalam tas yang sudah aku buat kantung didalamnya,aku segera berjalan meninggalkan tempat rumpek ini. Sekilas aku melihat diarah pintu toilet,mata tajam itu menatapku,aku segera berlari menghampirinya.
“Hey tunggu “. Aku berlari mengejarnya.
“Loe tadi nguping yaa”. Aku berhasil menyeret tangannya.
“Lepasin aku,aku nggak nguping”. Vela terus memberontak.
“Loe nggak usah bohong,loe tadi nguping gue sama Edo kan?”.
“Iya,aku tahu apa yang kamu sembunyikan didalam tas kamu, aku akan tutup mulut  jika kamu mengabulkan permintaanku”.
“Hahaha,tau apa loe tentang gue haa?”.
“Aku tahu semua,barang yang ada didalam tasmu, itu ganja kan?”.
            Sontak aku kaget,”Kok loe bisa tahu?”.
“Aku akan tutup mulut kalau kamu mau mengabulkan permintaanku”.
“Oke,oke..mau loe apa?”.
“Kamu harus jadi temenku”.
“Cuma gitu aja?nggak minta ganja juga?”.
“ihh..najis,tapi ada satu syarat,kamu harus ikut apa kataku”.
“Kok jadi gitu, ini nggak fare namanya”.
“Ya udah kalau nggak mau,liat aja sore ini kamu bakal di indoor sama polisi”.
“Ehh, oke..oke… gue bakalan ikut semua apa kata loe”.
“Sore ini kita ketemu disamping sekolah,dan satu lagi buang tu barang haram”.
            Vela berjalan pergi meninggalkanku,entah apa maksud dari semua ini,dia memintaku menjadi temannya,sikapnya begitu dingin dan sulit ditebak tapi kenapa dia meminta aku menjadi temannya,aku terus bertanya-tanya sepanjang koridor sekolah.
Aku berjalan menuju kelas,hari ini nggak ada jadwal bolos,nggak ada pelajaran matematika yang memalaskan,aku menyapu mata kesemua koridor sekolah gadis dingin itu masih menatapku tajam.
***
            Sore sudah menampakkan matahari agungnya,semburat jingganya Nampak menawan,
Siluet dari gedung-gedung menambah kesan dramatis sore ini,aku berjalan terpatah-patah menuju bangku taman samping sekolah. Sebenarnya apa yang akan dilakukan si Iced Gril ini,Aku menyapu seluruh taman gadis itu belum terlihat batang hidungnya.
Aku mengambil sepuntung rokok dari saku bajuku,aku mulai menghidupkan korek, “huuuhhhhh”.
Api pun padam “Kalau kamu jadi temenku,jangan pernah ngrokok dihadapanku”. Gadis itu meniup korek yang aku hidupkan. “Nih aku kasih”. Gadis itu menyodorkan permen dengan pita manis dibatang permen itu.
“Permen?”.
“Yaa, rasanya nggak kalah manis dengan asap yang selalu kamu hirup”.
 Aku mengambil permen itu dari tangan mungilnya.
“Apa maksud loe nyuruh gue jadi temen loe?”.
“Karena aku nggak punya teman dan nggak ada yang mau jadi temanku”.
“Kenapa?”.
“Karena aku berbeda,dan kamu juga berbeda dari anak yang lainnya”.
“Apa yang ngebedain gue sama yang lain?”.
“Karena kamu seorang pecundang yang tidak mau dibilang pengecut”.
Aku langsung memicingkan mataku kearah gadis sok tahu ini,memang apa maksudnya, 5 detik yang lengang aku mencoba menahan emosi ketika dia mengatakan seperti itu.
“Aku tau kamu emosi aku bicara seperti itu,kita itu sama Bintang,aku juga dari keluarga yang Broken home tapi caraku menyelesaikan masalah ini nggak seperti caramu”.
“Jadi,loe Cuma mau menghina gue disini”.
Vela hanya tersenyum tipis kearahku “Kamu tau, kenapa air dan tebing tidak akan berpisah walau air selalu mengikis tanah tebing itu?”.
            Aku hanya menatapnya nanar dan penasaran apa maksud perkataannya,”Kenapa”.
“Karena,sahabat sejati tidak akan meninggalkan walau sering menyakiti,dan juga kita harus tetap kuat walau masalah sering mengikis hidup ini,kita punya masalah masing-masing yang mungkin memberatkan dihidup kita,aku tau kamu anak yang baik,maka hadapi semua masalah dengan hal yang positif”.
Aku hanya tertegun dan berfikir sambil menghela nafas panjang…
“Mungkin hari ini sulit,atau mungkin esok akan lebih sulit lagi bahkan hancur,tapi tidak ada usaha yang sia-sia dan jangan tunjukkan bahwa kamu lemah,karena dunia diciptakan bukan untuk orang yang lemah”.
Aku hanya bisa menahan sesak didada,kata-kata itu sangat mengenai hatiku,tak terasa airmataku mengalir dipipi. Apa yang aku perbuatt selama ini,setelah ayah meninggalkan keluargaku aku hanya menyusahkan ibu,yang membanting tulang setiap hari untuk sekolahku dan adikku, “Dunia Diciptakan Bukan Untuk Orang yang Lemah” kata-kata itu masih terngiang dipikiranku,apa yang aku lakukan selama ini aku hanya mabuk,bersenang-senang tanpa memikirkan perjuangan orangtuaku.
“Hari sudah semakin sore,aku pulang dulu ya Tang,terimakasih sudah mau menjadi temanku,semoga Tuhan masih mengizinkan aku untuk selalu menjadi temanmu”. Vela menepuk pundakku dan beranjak pergi. “Velaaaaaa!!”. Aku berlari mengejarnya,”Terimakasih atas semuanya”. Vela hanya tersenyum kearahku,mata tajamnya memicing indah.
            Matahari sudah tak mau memunculkan sinarnya lagi,sore ini akan menjadi saksi dan bukti bahwa aku akan merubah segalanya dalam hidupku.
***
            Pagi,dan kini pagi adalah waktu yang indah dalam hidupku,dimana aku harus merencanakan janji-janji baru  dan sebuah harapan yang baru.
Aku segera bergegas menuju sekolah,tak lupa aku mencium kedua tangan Ibu,hal yang selalu aku tinggalkan,Ibu tampak tersenyum senang,mungkin Ibu berpikir anaknya yang berandalan kini menjadi sopan. Aku akan meninggalkan dunia kelamku mulai pagi ini,hidup cerahku kembali. Walau akau harus meninggalkan komunitas street art dan punk,tapi aku tidak akan melupakan mereka yang memberikan arti kehidupan yang sebenarnya.
            Koridor sekolah sudah ramai pagi ini,anak-anak disekolah seperti memandangku tak biasa,pakaianku yang rapi serta rambutku yang tidak arukan lagi,sepanjang pelajaran aku menyimak semuanya,walau kadang serasa bosan tapi aku ingat kata-kata itu lagi “Dunia Diciptakan Bukan Untuk Orang yang Lemah” nama Vela terngiang begitu saja,pagi ini aku tidak melihat gadis mungil itu,dipojok koridor,aku mulai resah memikirkannya.
            Jam istirahat pun berbunyi,aku segera bergegas menghampiri kelas Vela yang ada dilantai bawah kelas XI IPA 1,aku menyapu seluruh isi kelas, tidak ada gadis berkacamata itu.
“Loe tau Vela nggak?”. Aku bertanya kepada Eka teman sekelas Vela.
“Emang kamu nggak tau”.
Aku menggeleng cemas…
“Vela ada dirumah sakit,dia punya kanker otak dikepalanya,sudah lama sejak dia kelas 1 SMP”.
            Tanpa panjang lebar lagi,aku segera bangkit menuju rumah sakit,malaikat itu kini terkapar lemah tak berdaya,30 menit yang melelahkan melawan rasa cemas dan lalu lalang kendaraan. Reseptionis rumah sakit itu mengantarku sampai keruangan Vela. Selang infus dan belalai-belalai medis itu terpasang ditubuhnya,gadis mungil itu ternyata sangat kuat menahan semua cobaan.
Air mataku mengalir,wanita separuh baya mendekatiku dan mengelus pundakku,”Kamu Bintangkan?”.
“Iya tante”.
“Saya Mamanya Vela,Vela sudah cerita banyak tentang kamu,ayo ikut tante masuk”.
            Aku berjalan terpatah-patah menuju tempat gadis mungil itu terkapar,wajahnya pucat pasi tak seindah matahari terbenam sore itu. Vela terbangun dari tidurnya.
“Bin…Tang?”. Aku meraih tangannya yang dingin.
“Iya,ini aku Vel”.
“Kamu bolos sekolah yaa?katanya mau berubah?”. Suaranya  terdengar serak dan berat.
            Aku hanya menatapnya nanar,dan membalas senyum tipisnya.
“Terimakasih…kamu sudah mau menjadi temanku,aku tau memang berat masalah dihidup ini tapi kamu harus tetap kuat Vel”.
Vela hanya membalas senyum tipis.”Semua yang bernyawa didunia ini pasti akan diambil oleh pemilik-Nya,begitu pula aku,aku senang hidupku bisa bermanfaat bagi orang lain,jadi apapun yang terjadi kamu harus selalu tegar,dan kamu harus berusaha menjadi bintang dilangit,ingat DUNIA DICIPTAKAN BUKAN UNTUK ORANG YANG LEMAH”.
“Iya Vel aku akan sealalu ingat semua itu,tapi aku mohon kamu jangan pergi”.
            Vela tersenyum manis kearahku,gadis mungil itu perlahan menutup mata sipitnya,hembusan nafasnya terdengar tenang tergurat senyum indah dipipinya. Kini malaikat itu telah pergi dengan tenang,seketika air mata terpecah detak jantung terasa berhenti,kini aku tau makna mengerti dan memahami,lewat malaikat kecil ini aku tau makna kehidupan.
***
5 Tahun Kemudian…….
            Predikat mahasiswa terbaik diberikan kepada Ananda BINTANG PRATAMA,seluruh tamu hadirin bertepuk tangan,aku segera berlari menuju podium,aku melihat kearah Ibu yang tersenyum senang kearahku. “Terimaksih semuanya,terimakasih kepada Tuhan yang sudah memberikan keadilannya,terimakasih kepada Ibu yang selalu ada disampingku,tak lupa kepada Vela teman terbaikku,semoga kamu tenang dialam sana,dan terimakasih kepada semuanya. Aku senang kini dunia kelamku sudah berubah,banyak yang aku dapatkan dalam kehidupan ini tentang arti mengerti dan memahami,aku selalu teringat dengan sebuah kata-kata bahwa DUNIA DICIPTAKAN BUKAN UNTUK ORANG YANG LEMAH,itu adalah kata-kata yang selalu membuatku semangat, dan Terimakasih semuanya”. Suara gemuruh tepuk tangan terdengar kembali,air mata bahagia ini tidak bisa dibendung lagi aku memeluk Ibu erat,seakan rasa bahagia ini tidak akan pudar.
            Setelah berfoto wisuda bersama,aku segera berlari menuju sebuah tempat,dimana aku mendapatkan seorang teman terbaik,malaikat yang membawaku kepada sebuah perubahan kehidupan
            Kini aku tahu sebuah arti mengerti dan memahami dalam kehidupan,walau sulit diucapkan dengan kata-kata,karena kaulah titik dimana aku mengerti perubahan tersebut.
Kini aku akan menjadi Bintang dilangit,bukan lagi Bintang kecil yang kelam dibumi,terimakasih sahabat kau telah membimbingku menuju masa depan yang lebih terang”
Bintang Pratama


Karya : Nanda-kun

Peringati Hari Lahir, PC IPNU & IPPNU Kabupaten Magelang Gelar Festival Seni Budaya

Peringati Hari Lahir, PC IPNU & IPPNU Kabupaten Magelang Gelar Festival Seni Budaya

Festival Seni Budaya dalam rangka peringatan harlah IPNU ke-64 dan IPPNU ke-63
      Dalam rangka memperingati hari lahir IPNU ke-64 dan IPPNU ke-63, PC (Pimpinan Cabang) IPNU dan IPPNU Kabupaten Magelang mengadakan Festival Seni Budaya (25/3). Acara ini dimeriahkan oleh Mansa Voice, Cakrawala Band, dan Damar Jombad yang diiringi dengan instrumen Gending Jawi.
    Festival ini digelar di Gedung PCNU Kabupaten Magelang, tepatnya di area aula. Herni Ambarwati selaku penanggung jawab acara mengaku sangat senang atas partisipasi pelajar NU di Kabupaten Magelang mulai dari tingkat PAC (Pimpinan Anak Cabang), PR (Pimpinan Ranting) dan Komisariat dalam memeriahkan acara tersebut.
    "Festival ini bertujuan untuk menggali skill dan potensi Pelajar seluruh kabupaten Magelang." ucam Herni.
    Walau demikian, acara ini sempat mengalami sedikit kendala karena para tamu undangan terlambat menghadiri acara ini. Namun tidak menjadi masalah karena acara ini tetap berlangsung sesuai jadwal.
     "Dalam menangani hal semacam ini kami tetap berpatok pada jadwal acara" tungkas Herni, Ketua PC IPPNU Kabupaten Magelang di tempat.
     Puncak acaranya sendiri adalah pemotongan tumpeng bersama para tamu undangan sebelum waktu salat dzuhur berlangsung. Acara diakhiri dengan penampilan teather dari pelajar setempat.

Reporter  : Saesar Wahid Andreatno
Redaktur : Ica Annajmussaqib

PACARAN?

PACARAN?

arstechnica.com
Pernahkan kamu berfikir sejenak disaat kamu sedang asyik dengan pacarmu.Disaat itu juga kamu memberatkan dosa orangtuamu yang akan dihisab nanti?
.
Pernahkah kamu berfikir disaat kamu tertawa dengan pacarmu.Orangtuamu menjerit menangis kesakitan karena panasnya api neraka?
.
Sebegitu tegakah kamu kepada orangtuamu?hanya menuruti ego yang bernama Nafsu. Tak membayangkankah kamu disaat kamu kecil,bagaimana kamu dirawat dan dididik mereka sampai seperti saat ini?
.
Coba renungkan sejenak!Lalu tanyakan pada hatimu. Apa yg sehausnya kau lakukan! Jika hatimu belum tersentuh,cobalah berfikir kembali!
.
Tak takutkah kamu dengan azab Alloh?tak malukah kamu dengan udara segar yg masih bisa kamu hirup dan rezeki yang Alloh kasih untukmu?Namun kau masih melakukan maksiat padahal Alloh jelas melarang PACARAN dalam islam
.
Jika kau sudah tau pacaran dilarang dalam islam namun masih kau lakukan dengan mengatasnamakan cinta.Coba kau tanyakan pada hatimu apa benar itu cinta?. Apa kau rela orang kau cintai malah mendapatkan dosa?
Apa kau rela orang yg kau cintai mendapatkan siksa panasnya api neraka?
.
Tanyakan pada hatimu!
Apakah itu cinta ataukah hanya nafsu yang berbalut dengan kata Cinta?
.
Tanyakan pada hatimu!
Jika ada cara halal dengan cara menikah mengapa memilih yang haram dengan pacaran?
.
Karena,Hidup ini singkat,Jangan gunakan hanya untuk maksiat!
Lebih baik gunakan waktu untuk keluarga.

Karya : Mutiara Syarifah
INDAHNYA KEBERSAMAAN DALAM ISLAM

INDAHNYA KEBERSAMAAN DALAM ISLAM

republika.co.id
Bersama artinya tidak sendiri, lebih dari satu orang bisa dua, tiga atau mungkin banyak, itu berarti kita hidup bersama dengan orang lain yang penuh dengan keberagaman sikap, perilaku, gaya bicara, gaya hidup dan lain sebagainya. Maka untuk menciptakan keharmonisan kita harus mengedepankan kebersamaan dalam setiap keinginan. 

Bersama kata yang sangat indah untuk diucapkan apalagi jika dirasakan, karena dengan kebersamaan akan terbentuk persatuan dan lahirlah sebuah kekuatan dalam situasi apapun kebersamaan akan selalu dirindukan karena dengan kebersamaan akan tercipta suasana yang harmonis, serta selaras. Kebersamaan juga menumbuhkan rasa persaudaraan, dan sudah sepantasnyalah antara sesama muslim itu bersaudara, seperti firman Allah dalam QS. Al-Hujurat ayat 10 yang artinya,”orang orang beriman itu sesungguhnya bersaudara sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudara itu.” Dalam QS. Ali Imran ayat 103 Allah juga berfirman yang artinya “Dan berpeganglah kamu sekalian pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai…, 

Dari kedua ayat tadi diatas kita dapat memahami bahwa umat islam harus bersatu dan tetap menjaga persaudaraan dimanapun kita berada, dan larangan untuk bergolong golongan yang menyebabkan lemahnya umat islam dihadapan umat lain. dan apabila rasa persaudaraan itu sudah tertanam dalam hati setiap muslim maka otomatis akan timbul rasa kasih sayang dan saling membantu satu sama lainnya tatkala mendapat kesulitan, seperti yang telah diteladankan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya yaitu kaum muhajirin dan anshor, mereka dengan tulus berlomba lomba membantu kaum muhajirin yang datang dari mekkah dan memperlakukan mereka seperti saudara kandung sendiri tanpa pamrih kecuali mengharap ridlo dari Allah SWT.

Rasulullah SAW juga mengibaratkan kehidupan muslim itu ibarat sebuah tubuh. Apabila sakit salah satu bagian maka bagian yang lain juga akan merasakan sakit. Bayangkan ketika jempol kaki kita tersandung batu kemudian berdarah, secara reflek mulut kita akan mengaduh, kepala mungkin akan pening, tangan mencari obat dan otakpun akan berfikir bagaimana supaya darah segera berhenti mengucur. Betapa indahnya kebersamaan dalam islam seperti kebersamaan dalam tubuh kita yang tanpa komando sekalipun sudah tahu harus melakukan apa. Bukan malah saling berselisih, membid’ahkan dan menyesatkan satu sama lain bahkan mencibir saudara saudara kita yang tak sepaham dengan kita, mengklaim golongan kita yang paling benar, padahal jaminan Allah SWT terhadap hamba-Nya ahli syurga adalah kepada orang mukmin tanpa klasifikasi, selama mukmin tersebut menjalankan semua perintah-Nya dan meninggalkan semua larangan-Nya, maka Allah SWT menjanjikan syurga bagi mukmin tersebut.

Islam itu indah, Seindah pribadi pribadi muslim yang senantiasa menjaga ukhuwah islamiyah, yang bisa hidup berdampingan dalam perbedaan, menghormati dan menghargai orang lain. Maka dari itu, marilah kita kedepankan kebersamaan di dalam islam jangan mudah terpecah belah hanya karena urusan furu’iyah, hargai dan hormati keyakinan dan pendapat orang lain. Perbedaan pendapat adalah rahmat Allah SWT untuk umat islam. Dan kebenaran itu hanya milik Allah SWT.

Karya : Siti Muawanah UNDARIS


Peduli Bencana Jogja, STAPALA Syubbanul Wathon Adakan Penggalangan Dana

Peduli Bencana Jogja, STAPALA Syubbanul Wathon Adakan Penggalangan Dana

Mahasiswa sedang melakukan penggalangan donasi di perempatan dekat kampus STAIA Syubbanul Wathon

      Kartika News - Bencana banjir yang melanda daerah Gunungkidul membuat duka tersendiri bagi masyarakat di Indonesia. Seperti yang kita ketahui bahwa Gunungkidul adalah wilayah yang cukup sulit untuk mendapatkan air.

    Tingginya curah hujan serta Siklus Cempaka menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir di Gunungkidul. Tempat berkumpulnya air seperti sungai dan waduk yang tidak lagi menampung air hingga akhirnya air tersebut meluap dan mengalir ke pemukiman warga. Banyaknya sampah dan batu di sungai juga menjadi salah satu penyebab bencana ini.

STAPALA Syubbanul Wathon

     Mendengar kabar tersebut, Mahasiswa Pecinta Alam STAIA Syubbanul Wathon atau STAPALA tidak tinggal diam. Mereka mengadakan kegiatan penggalangan dana di sebuah perempatan yang berada di depan kampus STAIA Syubbanul Wathon. Tempat tersebut dipilih karena terdapat lampu lalu lintas sehingga memudahkan mahasiswa untuk menggalang dana kepada setiap warga yang berkendara. Kegiatan ini juga telah mendapatkan izin dari Polsek Kecamatan Tempuran.

      Selain di perempatan Meteseh, beberapa Mahasiswa juga bertolak ke Borobudur untuk menggalang dana. Ada juga Mahasiswa yang berkeliling ke warung dan pabrik di wilayah Kecamatan Tempuran untuk meminta donasi. Warga sekitar juga mengapresiasi dengan memotret Mahasiswa ketika menggalang dana serta memberi donasi tentunya.

    Aksi penggalangan dana ini dilakukan selama 2 hari mulai dari tanggal 2 - 3 Desember 2017. Ketika uang yang terkumpul telah mencapai target akan dibelanjakan Sembako yang nantinya dikirimkan ke lokasi bencana.
     
Sayang, Aku Lahir di Masa Yang Aneh

Sayang, Aku Lahir di Masa Yang Aneh

j-cul.com

Aku tak pernah berpikir apa yang akan aku dapatkan ketika aku telah berusaha
Aku tak pernah berpikir apa yang aku raih ketika ku kejar cita
Aku tak pernah berpikir apa yang akan aku tuai dari benih yang aku tanam

     Aku hanya mencoba berjalan dengan wajar dan pasti dalam lingkaran alur
     Aku hanya mensyukuri langkah demi langkah yang aku tempuh
     Aku hanya menikmati lingkaran itu berputar

Sayang.. aku lahir di masa yang aneh
Sayang.. aku hidup di dunia yang tak ku pahami
Sayang.. aku harus menjalani keabu-abuan yang tak kusenangi

    Rumput memang tak pernah mengerti itu semua
    Apa lagi ayam-ayam itu
    Hanya berbunyi gaduh ketika mendapatkan makanan

Mata ini merabas
Mensyukuri bahwa aku bukan seperti ayam itu

Karya : Himatul Mardhiyah | PR IPPNU Wonogiri
Khilaf

Khilaf

pangandaran.travel

Suatu hari di sekolah STM.
Pario       : “ Ga, masak puasa-puasa kayak gini kita disuruh olah raga juga.”
Pega        : “ heh.. kata pak ustad puasa itu gak boleh buat alesan ngejalanin akitivitas kita tau.”
Pario       : “ Pake logika aja lah Ga, kalo abis olah raga kan pasti kita aus.”
Pega        : “Tuh,. Alesan lagi kan.” (Pak Guru Olahraga datang dan meniup peluit)
Ninju      : “ Bener kan hari ni kita bakal main bola.”
Virza      : “ Ok,. Kalo gitu kita tarohan siapa yang bakal menang?”
Ninju      : “ Ya pasti teamnya Pario lah”
P. Guru   : “Ehemm... ini temen-temennya lagi pemanasan malah pada ngegosip sama neduh disini hayo!”
Ninju      : “ Hehe.. maaf pak, kata mama, saya ga boleh ikut olah raga.”
P.Guru    : “lha emang kenapa?”
Ninju      : “Ya kan saya bisa jadi laper trus bisa batal puasanya soalnya saya pasti langsung makan kalo abis olahraga pak.”
P.Guru     : “Ya Allah... puasa kok buat alesan. Lha kamu kan nasrani. Kamu lupa?”
Ninju       : “Oh iya ya, ya udah saya nanti yang jadi kiper aja pak, Hehehe.”

Karya : Himatul Mardhiyah | PR IPPNU Wonogiri
Sepetik Bunga di Tengah Padang Pasir

Sepetik Bunga di Tengah Padang Pasir

atacamaphoto.com

   Diwaktu pagi, aku sedang duduk di terasrumah. Tiba-tiba seorang teman datang kepadaku dengan wajah yang suram. Lalu dia duduk di sampingku, namun tidak langsung berkata-kata sambil menahan air mata.
   Aku bertanya-tanya dalam hati ada apa dengan sahabatku ini, lalu kuberanikan diri untuk bertanya “Ada apa wahai sobat?” lalu dengan suara pelan dia berkata kepadaku “Mengapa hidupku tidak pernah bahagia,” ucapnya dengan nada berputus asa. “Tidak bahagia maksudmu?” ucapku dengan penasaran. “Selama ini aku merasa seperti seorang pecundang yang selalu gagal walaupun sudah berusaha sekuat tenaga, tapi mengapa yang aku temui hanya kegagalan? Aku harus bagaimana? Apakah sudah pergi?” tangisnya dengan air mata yang meleleh di pipinya.
   Mendengar kedukaan hati sahabatku yang sebenarnya aku sendiri pernah mengalaminya rasanya ingin ikut bersedih bersamanya, namun ini bukanlah solusi dari permasalahan yang dihadapinya. Aku terdiam sejenak untuk menenangkan hatinya. Ketika hatinya sudah menjadi lebih baik, aku lalu berucap kepadanya “Wahai sobat, aku tahu kamu bersedih namun Tuhan tidak pergi. Kasihsayangnya meliputi alam semesta”. Mendengar ucapanku diapun langsung mengusap air matanya sambil berkata “maafkanlah perkataanku tadi tidak sepatutnya aku ucapkan”.
   Mendengar jawaban tersebut, hatiku merasa lega. Bergegas aku masuk ke dalam untuk membuatkan coklat panas sembari menunggu suasana hatinya membaik. Setelah minuman siap dihidangkan, kami berduapun meminumnya bersama. Diapun sudah tidak bersedih lagi. Akupun memulai dialog lagi dengannya “Begini sobat, aku tahu permasalahan yang kau hadapi ini, tapi pernahkah terpikirkan olehmu orang-orang yang tidak sempurna fisik mereka” tanyaku. “ia, pernah terpikir olehku mereka tetap semangat menjalani hidup” jawabnya. “Tidakkah pernah terpikirkan olehmu nikmat yang ada padamu ini yang tidak dirasakan oleh mereka? Permasalahan dari dilemamu ini adalah kesedihan yang kamu alami dan obat untuk permasalahanmu ini adalah kebahagiaan yang kuncinya berupa kesyukuran. Mengapa kamu hanya berkonsentrasi pada kesedihanmu saja? Tidakkah betapa banyak nikmat dari Tuhan yang harus kamu syukuri! Dengan hati yang bahagialah maka kemudahan akan datang kepadamu dari keinginan kamu mudah untuk terwujud. Awan hitam di dalam yang sebenarnya pengganggu di dalam jiwa. Maka biarkanlah pelangi memancar di hatimu wahai sobat” ungkapku panjang lebar.
   “Oh sobat, sungguh aku berterimakasih sebanyak-banyaknya kepadamu. Selama ini diriku hanya menganggap benar egoku saja” ucapnya dengan hati yang gembira. Sejak saat itu dia memandang dunia dengan optimis. Memang untuk menaklukkan dunia kita harus menghilangkan rasa pesimis yang menjadi racun untuk jiwa kita.

Karya : Saesar Wahid Andreatno | SMK Ma'arif Walisongo Kajoran
Badik dan Vivi Lestari : Ketua PAC IPNU & IPPNU Kajoran 2017-2018

Badik dan Vivi Lestari : Ketua PAC IPNU & IPPNU Kajoran 2017-2018

Badik dan Vivi Lestari
Kartika News, Kajoran – PAC IPNU IPPNU Kecamatan Kajoran mengadakan Konferensi Anak Cabang (Konferancab) di MTs Ma’arif Wuwuharjo Kajoran , Minggu(12/11). Kegiatan yang dilaksanakan rutin 2 tahun sekali ini menjadi wahana berkumpulnya kader IPNU-IPPNU se Kecamatan Kajoran dari kalangan ranting, komisariat dan anak cabang. Konferancab merupakan forum diskusi tertinggi di tingkat anak cabang ini membahas beberapa hal yaitu: 1)pokok-pokok program organisasi dalam 2 tahun kedepan; 2)rekomendasi organisasi dan 3)memilih ketua IPNU dan IPPNU.

IPNU-IPPNU sebagai bagian integral dari generasi muda Indonesia yang berstatus sebagai pelajar menjadi sangat penting keberadaannya. Ide/gagasan yang inovatif menjadi ciri utama setiap kader IPNU-IPPNU dalam menghadapi dinamika yang terjadi di negeri ini.

Badik dan Vivi Lestari adalah kader IPNU-IPPNU yang terpilih untuk memimpin berjalannya organisasi PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Kajoran Masa Khidmat 2017-2019. Kedua ketua yang sebelumnya menjadi telah malang melintang dalam perkembangan masa khidmat sebelumnya ini sama-sama mempunyai orientasi untuk memajukan IPNU-IPPNU Kajoran sebagai wadah mengoptimalkan potensi yang dimiliki anggota IPNU-IPPNU se Kecamatan Kajoran. (nandcbp)
Baru 2 Hari Berlangsung, Sampah Banyak Berserakan di Area Perwimanas II

Baru 2 Hari Berlangsung, Sampah Banyak Berserakan di Area Perwimanas II


  Magelang, Kartika News - Perkemahan Wira Karya Ma'arif Nasional atau Perwimanas yang berlangsung di Lapangan Tembak  Slamet Sudibjo, Kec. Salaman, Kab. Magelang telah memasuki hari kedua. Acara ini dimulai pada hari Senin (18/9/2017).

   Meski baru 2 hari berlangsung, ternyata banyak sekali sampah yang berserakan di area Perwimanas II. Banyak peserta yang mengeluhkan akan hal ini karena banyaknya sampah membuat lingkungan tidak enak dipandang dan menimbulkan bau yang tidak sedap.

   Banyaknya sampah yang berserakan ini juga bukan tanpa alasan, para peserta juga belum semuanya membuang sampah pada tempatnya. Tidak adanya tempat untuk mengumpulkan sampah juga menjadi penyebab masalah ini.

   Para peserta dan orang yang terlibat di Perwimanas II sendiri juga sudah menyampaikan kabar ini kepada Panitia. Sampai berita ini diterbitkan, belum ada tindak lanjut terkait masalah ini.

   Beberapa orang yang sadar akan masalah ini baik itu Banser, Panitia Lokal bahkan peserta juga sudah mulai merapikan sampah - sampah ini agar tidak berserakan di area Perwimanas II.