Konferwil IPNU-IPPNU Jateng Beri Ruang Khusus CBP-KPP

Konferwil IPNU-IPPNU Jateng Beri Ruang Khusus CBP-KPP






sumber gambar: pelajarnupurworejo.org/ 

PW IPNU-IPPNU Jawa Tengah akan menyelenggarakan Konferensi Wilayah (Konferwil) pada tanggal 11-13 Desember 2016 di Pondok Pesantren As-Salafiyah Bulakamba, Brebes, Jawa Tengah. Kegiatan yang merupakan musyawarah tertingggi PW IPNU-IPPNU Jawa Tengah kali ini terlihat ada yang berbeda dengan konferwil-konferwil sebelumnya. Pasalnya pada konferwil ini PW IPNU-IPPNU Jawa Tengah memberi ruang kepada CBP-KPP untuk ikut andil merumuskan kebijakan sebagai garis perjuangan organisasi kedepan, hal ini dibuktikan dengan adanya komisi CBP pada konferwil IPNU dan komisi KPP pada konferwil IPPNU. "Pemberian ruang khusus CBP-KPP untuk merumuskan kebijakan ini baru pertama kali ada dikonferwil IPNU-IPPNU Jawa Tengah kali ini" ungkap Amir Mustofa Zuhdi (Ketua PW IPNU Jawa Tengah).

Adanya pembenahan dan peningkatan yang signifikan pada lembaga semi otonom CBP-KPP Jawa Tengah merupakan alasan utama adanya komisi CBP-KPP pada konferwil IPNU XV dan IPPNU XIV. "Lembaga yang punya hak untuk menentukan garis besar organisasinya" tambah Amir Mustofa memberikan argumen bahwa sebagai lembaga semi otonom CBP-KPP punya hak untuk menentukan arah/garis besar organisasinya. Rekan Amir Mustofa juga menjelaskan penjabarannya kenapa pembenahan dan peningkatan kualitas menjadi alasan adanya komisi CBP-KPP pada Konferwil kali ini.

CBP-KPP Harus Tampil Ketika Ada Isu-Isu Nasional
Dewasa ini banyak sekali isu-isu nasional yang sedang menjadi bahasan menarik bangsa ini. Salah satunya tentang isu kebangsaan, pesatuan kesatuan, keagamaan dan sebagainya. Hal ini sebetulnya harus dimanfaatkan oleh setiap anggota CBP-KPP untuk menjadi peluang dengan terus belajar mengamati situasi negeri ini, bahkan ikut andil dalam menyampaikan pendapatnya tentang isu-isu yang ada dinegeri ini dengan membuat karya tulis atau menyampaikan argumennya secara ilmiah. "CBP-KPP bertugas tidak hanya saat ada acara saja, tetapi juga melaksanakan tugas sehari-hari sebagai CBP-KPP. Saya berharap CBP-KPP bisa menyuarakan argumennya lewat media" ungkap Amir Mustofa Zuhdi.

CBP-KPP Didirikan Untuk Menjawab Persoalan Pelajar
Terjadinya disorientasi pelajar di Indonesia khususnya Jawa Tengah memunculkan berbagai permasalahan pelajar yang menjadi tanggungjawab kita bersama. Isu tawuran pelajar, pelecehan seksual, narkoba, indisipliner dan lain sebagainya menjadi panggilan hati bagi setiap anggota CBP-KPP untuk ikut andil dalam menangani permasalah tersebut karena bagaimanapun juga CBP-KPP adalah bagian dari pelajar bahkan dikatakan sebagai kader inti IPNU-IPPNU. Tidak hanya permasalahan yang berkaitan dengan disorientasi pelajar saja, tetapi juga prestasi-prestasi, minat dan bakat yang dimiliki setiap pelajar juga menjadi permasalahan tersendiri ketika tidak diberi wadah manajemen yang baik untuk mengembangkannya menjadi lebih baik. Disini CBP-KPP berperan untuk ikut andil sebagai solusi permasalahan pelajar. "Dengan kata lain CBP-KPP juga menjadi jurus utama IPNU-IPPNU masuk di sekolah" ungkap Amir Mustofa Zuhdi.
CBP-KPP Harus Merumuskan Konsep Organisasinya Kedepan
Idealisme CBP-KPP Jawa Tengah menjadi alasan utama argumen ketiga ini. Pasalnya kedepan dengan tantangan yang sangat besar bagi CBP-KPP, Jawa Tengah harus mempersiapkan itu dengan merumuskan standar operasional prosedur pada sisi manajemen organisasi, adanya standar kader yang jelas dan peningkatan kualitas kader CBP-KPP sebagai kader inti IPNU-IPPNU. CBP-KPP sebagai kader inti juga harus menjadi pelopor bagi IPNU-IPPNU termmasuk dalam hal pembenahan sistem administrasi ditubuh organisasi.




Trip de Maulid IPNU-IPPNU Jateng

Trip de Maulid IPNU-IPPNU Jateng


Trip de Maulid merupakan salah satu rangkaian kegiatan Konferwil PW IPNU-IPPNU Jawa Tengah.
Perjalanan ke barat, pasowanan ngalap berkah dan petuah langsung dari zduriyah Nabi Muhammad SAW : Al-Habib Lutfi bin Ali bin Yahya - Pekalongan. "Menginternalisasikan spirit perjuangan Nabi dalam konteks keberagaman untuk persatuan dan kesatuan bangsa"
dikutip dari: akun facebook Zuhdy Nusantara  (Amir Mustofa Zuhdi - Ketua PW IPNU Jawa Tengah) 
LOMBA ESAI, IPNU PUSAT HARUS ADAKAN EVALUASI BESAR-BESARAN

LOMBA ESAI, IPNU PUSAT HARUS ADAKAN EVALUASI BESAR-BESARAN



Kartika News – Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) mengadakan lomba esai pelajar tingkat nasional dengan nama Essay Student Competition IPNU 2016 dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober 2016. Kegiatan ini diawali dengan tahap publikasi yang dilaksanakan pada tanggal 7-20 September, dilanjutkan proses pengiriman naskah (20 September-20 Oktober), penjurian (20-30 Oktober), pengumuman (3 November) dan pemberian hadiah yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 9 November.

Lomba dengan tema Potret Pelajar Nusantara ini tidak hanya diikuti oleh anggota IPNU saja tetapi juga diikuti oleh beberapa pelajar tingkat SMA se Indonesia yang bukan anggota IPNU. Kegiatan yang berkelas nasional ini menjadi wadah bagi pelajar di Indonesia untuk bersaing dalam dunia tulis menulis. Kegiatan ini mendapat sambutan yang bagus dari kalangan pelajar di Indonesia. “Dengan adanya ajang/lomba tulis menulis, semoga pelajar Indonesia bisa lebih sadar akan The Power of Reading and Writing” ungkap Nahda Elen (Siswa MAN1 Kota Magelang).

Namun yang disayangkan beberapa peserta pada praktik lomba tingkat nasional ini ada indikasi ketidaksungguhan panitia dalam pelaksanaanya. Hal ini dibuktikan dengan beberapa kesalahan teknis ringan maupun fatal yang dilakukan oleh panitia. 

Pertama, pada salah satu halaman di situs resmi Pimpinan Pusat IPNU yaitu halaman pengumuman pemenang (http://www.ipnu.or.id/pengumuman -pemenang/) tertera ada satu nominator pemenang yang tertulis asal sekolahnya masih pada jenjang sekolah menengah pertama (Fidelia Febi Valentika, SMP Negeri 1 Ungaran), tetapi setelah ditelusuri ternyata peserta bernama Fidelia Febi Valentika merupakan siswa SMA Negeri 1 Ungaran. Hal ini salah satu indikasi ketidaksungguhan panitia dalam kegiatan ini dengan kesalahan ketik asal sekolah yang dianggap merupakan kesalahan yang cukup fatal karena menyangkut keabsahan identitas seseorang. Yang disayangkan lagi dalam hal ini (kesalahan ketik) pihak panitia tidak mengkonfirmasi kebenaran atau kesalahan terkait informasi yang telah dipublikasikan itu kepada wartawan Kartika News dalam salah satu surat elektroniknya. Bahkan lebih parah lagi dokumen yang berisi ketidakbenaran data ini masih belum diperbarui oleh pihak panitia.

gambar kesalahan ketik oleh panitia

Kedua, pengunduran pemberian hadiah pemenang secara serentak yang rencananya akan dilaksanakan di Jakarta pada hari Rabu 9 November 2016 kemarin. Pengunduran ini membuat kebingunan dikalangan peserta karena konfirmasi terkait pengunduran ini tidak jelas dengan dasar apa diundurkan dan kapan akan dilaksanakan. “Pengunduran ini tidak dijelaskan sebabnya apa, panitia hanya memberitahu tidak jadi tanggal 9 November” ungkap Fidelia Febi Valentika (salah satu nominator pemenang dari SMAN 1 Ungaran). Hal ini juga memunculkan kekecewaan dikalangan peserta. “Saya merasa tidak enak kepada pihak sekolah, saya memang meminta untuk atas nama sekolah, bukan atas nama organisasi. Tetapi ternyata kondisinya malah seperti ini.” ungkap kekecewaan Nahda Elen Fandinka (salah satu nominator pemenanang dari MAN 1 Kota Magelang yang juga anggota KPP IPPNU Kabupaten Magelang).

gambar informasi rencana pemberian hadiah pemenang
Dari 2 kesalahan yang terjadi pada tim sekelas nasional ini (panitia PP IPNU) tentunya ini menjadi kekecewaan anggota IPNU di seluruh Indonesia. Apalagi ketika panitia belum ada tindaklanjut nyata dalam proses menindaklanjuti keselahan tersebut. Kegiatan bertaraf nasional ini tidak hanya melibatkan internal IPNU saja, pelajar seluruh Indonesia ikut terlibat didalamnya termasuk yang menjadi korban ketidaksungguhan panitia dari Pimpinan Pusat IPNU saat melaksanakan kegiatan ini. Ketidakpercayaan terhadap IPNU (oleh pelajar indonesia) menjadi salah satu ancaman yang patut kita waspadai karena terjadinya kesalahan teknis tersebut.

Untuk meminimalisir terjadinya isu-isu kekecewaan dan ketidakpercayaan terhadap organisasi maka Pimpinan Pusat IPNU harus dengan cepat dan tegas melaksanakan: Petama, memperbarui (mengedit) dokumen pengumuman pemenang yang tertera salah satu peserta masih sekolah SMP menjadi data yang benar. Kedua, panitia harus dengan segera memberikan kabar kepastian kepada peserta khususnya nominator pemenang “kenapa terjadi pengunduran pemberian hadiah dan kapan akan dilaksanakan”. Ketiga, Pimpinan Pusat IPNU harus mengadakan evaluasi besar-besaran atas terjadinya kesalahan fatal yang dilakukan panitia ini karena melibatkan orang-orang diluar IPNU dan menyangkut dengan pertaruhan nama baik organisasi. (Nand25)