LOMBA ESAI, IPNU PUSAT HARUS ADAKAN EVALUASI BESAR-BESARAN

LOMBA ESAI, IPNU PUSAT HARUS ADAKAN EVALUASI BESAR-BESARAN



Kartika News – Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) mengadakan lomba esai pelajar tingkat nasional dengan nama Essay Student Competition IPNU 2016 dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober 2016. Kegiatan ini diawali dengan tahap publikasi yang dilaksanakan pada tanggal 7-20 September, dilanjutkan proses pengiriman naskah (20 September-20 Oktober), penjurian (20-30 Oktober), pengumuman (3 November) dan pemberian hadiah yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 9 November.

Lomba dengan tema Potret Pelajar Nusantara ini tidak hanya diikuti oleh anggota IPNU saja tetapi juga diikuti oleh beberapa pelajar tingkat SMA se Indonesia yang bukan anggota IPNU. Kegiatan yang berkelas nasional ini menjadi wadah bagi pelajar di Indonesia untuk bersaing dalam dunia tulis menulis. Kegiatan ini mendapat sambutan yang bagus dari kalangan pelajar di Indonesia. “Dengan adanya ajang/lomba tulis menulis, semoga pelajar Indonesia bisa lebih sadar akan The Power of Reading and Writing” ungkap Nahda Elen (Siswa MAN1 Kota Magelang).

Namun yang disayangkan beberapa peserta pada praktik lomba tingkat nasional ini ada indikasi ketidaksungguhan panitia dalam pelaksanaanya. Hal ini dibuktikan dengan beberapa kesalahan teknis ringan maupun fatal yang dilakukan oleh panitia. 

Pertama, pada salah satu halaman di situs resmi Pimpinan Pusat IPNU yaitu halaman pengumuman pemenang (http://www.ipnu.or.id/pengumuman -pemenang/) tertera ada satu nominator pemenang yang tertulis asal sekolahnya masih pada jenjang sekolah menengah pertama (Fidelia Febi Valentika, SMP Negeri 1 Ungaran), tetapi setelah ditelusuri ternyata peserta bernama Fidelia Febi Valentika merupakan siswa SMA Negeri 1 Ungaran. Hal ini salah satu indikasi ketidaksungguhan panitia dalam kegiatan ini dengan kesalahan ketik asal sekolah yang dianggap merupakan kesalahan yang cukup fatal karena menyangkut keabsahan identitas seseorang. Yang disayangkan lagi dalam hal ini (kesalahan ketik) pihak panitia tidak mengkonfirmasi kebenaran atau kesalahan terkait informasi yang telah dipublikasikan itu kepada wartawan Kartika News dalam salah satu surat elektroniknya. Bahkan lebih parah lagi dokumen yang berisi ketidakbenaran data ini masih belum diperbarui oleh pihak panitia.

gambar kesalahan ketik oleh panitia

Kedua, pengunduran pemberian hadiah pemenang secara serentak yang rencananya akan dilaksanakan di Jakarta pada hari Rabu 9 November 2016 kemarin. Pengunduran ini membuat kebingunan dikalangan peserta karena konfirmasi terkait pengunduran ini tidak jelas dengan dasar apa diundurkan dan kapan akan dilaksanakan. “Pengunduran ini tidak dijelaskan sebabnya apa, panitia hanya memberitahu tidak jadi tanggal 9 November” ungkap Fidelia Febi Valentika (salah satu nominator pemenang dari SMAN 1 Ungaran). Hal ini juga memunculkan kekecewaan dikalangan peserta. “Saya merasa tidak enak kepada pihak sekolah, saya memang meminta untuk atas nama sekolah, bukan atas nama organisasi. Tetapi ternyata kondisinya malah seperti ini.” ungkap kekecewaan Nahda Elen Fandinka (salah satu nominator pemenanang dari MAN 1 Kota Magelang yang juga anggota KPP IPPNU Kabupaten Magelang).

gambar informasi rencana pemberian hadiah pemenang
Dari 2 kesalahan yang terjadi pada tim sekelas nasional ini (panitia PP IPNU) tentunya ini menjadi kekecewaan anggota IPNU di seluruh Indonesia. Apalagi ketika panitia belum ada tindaklanjut nyata dalam proses menindaklanjuti keselahan tersebut. Kegiatan bertaraf nasional ini tidak hanya melibatkan internal IPNU saja, pelajar seluruh Indonesia ikut terlibat didalamnya termasuk yang menjadi korban ketidaksungguhan panitia dari Pimpinan Pusat IPNU saat melaksanakan kegiatan ini. Ketidakpercayaan terhadap IPNU (oleh pelajar indonesia) menjadi salah satu ancaman yang patut kita waspadai karena terjadinya kesalahan teknis tersebut.

Untuk meminimalisir terjadinya isu-isu kekecewaan dan ketidakpercayaan terhadap organisasi maka Pimpinan Pusat IPNU harus dengan cepat dan tegas melaksanakan: Petama, memperbarui (mengedit) dokumen pengumuman pemenang yang tertera salah satu peserta masih sekolah SMP menjadi data yang benar. Kedua, panitia harus dengan segera memberikan kabar kepastian kepada peserta khususnya nominator pemenang “kenapa terjadi pengunduran pemberian hadiah dan kapan akan dilaksanakan”. Ketiga, Pimpinan Pusat IPNU harus mengadakan evaluasi besar-besaran atas terjadinya kesalahan fatal yang dilakukan panitia ini karena melibatkan orang-orang diluar IPNU dan menyangkut dengan pertaruhan nama baik organisasi. (Nand25)
NAHDA ELEN: KADER INTI IPPNU KABUPATEN MAGELANG, NOMINATOR PEMENANG ESSAY STUDENT COMPETITION IPNU 2016

NAHDA ELEN: KADER INTI IPPNU KABUPATEN MAGELANG, NOMINATOR PEMENANG ESSAY STUDENT COMPETITION IPNU 2016



Kartika News, Magelang- Nahda Elen Fandinka lahir di Magelang, 7 Agustus 1998. Elen panggilan akrab Nahda Elen Fandinka sudah tidak asing lagi bagi anggota IPNU-IPPNU se Kabupaten Magelang. Selain menjadi salah satu kader inti IPPNU Kabupaten Magelang (Korp Pelajar Putri), Elen juga masuk menjadi salah satu anggota Tim Pelatih PC IPPNU Kabupaten Magelang. Kader inti IPPNU Kabupaten Magelang yang juga siswa MAN 1 Kota Magelang ini merupakan salah satu dari 5 nominator pemenang Essay Student Competition IPNU 2016 tingkat Nasional dengan karya berjudul “Bhineka Tunggal Ika Bukan Berarti Perbedaan yang Diseragamkan (Toleransi Penimba Ilmu Lintas Agama)” (sumber: http://www.ipnu.or.id/pengumuman-pemenang/ ).

Bersama dengan momen Hari Santri Nasional 22 Oktober 2016 Pimpinan Pusat IPNU mengadakan Lomba Esai Pelajar Tingkat Nasional (Essay Student Competition IPNU 2016). Pada momen tersebut Nahda Elen Fandinka sebagai salah satu kader inti IPPNU Kabupaten Magelang bertekad untuk membuktikan eksistensi kader inti IPPNU Kabupaten Magelang sebagai contoh anggota yang mempunyai prestasi yang dapat diperhitungkan ditingkat nasional.

Setelah mengetahui info dari group media sosial Whatsapp PC IPNU-IPPNU Magelang yang dikirim oleh Nasichun (Ketua PC IPNU Kabupaten Magelang), Elen tergerak untuk mencari tahu lebih lanjut tentang petunjuk teknis dan persyaratan apa saja yang harus dipenuhi jika ia akan menjadi peserta Essay Student Competition IPNU 2016. Pada proses pengerjaan esai, Elen dibenturkan dengan berbagai agenda kegiatan IPNU-IPPNU di Kabupaten Magelang. Mulai dari Makesta, Pelatihan dan Seleksi Calon Anggota CBP-KPP di salah satu .kecamatan di Kabupaten Magelang dan persiapan Apel dan Kirab Hari Santri Nasional PC NU Kabupaten Magelang. Dengan waktu yang serba terbatas, Elen berhasil memanajemen waktu disela-sela kesibukannya dan berhasil menunjukkan citra dirinya sebagai salah satu anggota Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Korp Pelajar Putri IPPNU Kabupaten Magelang yang merupakan basisnya kader inti IPPNU dengan prinsip “cukup dengan waktu luang untuk memanfaatkan sebuah peluang”.
Essay Student Competition IPNU 2016: Pengumuman Nominator Pemenang


Sebagai pelajar yang mempunyai minat membaca dan menulis yang tinggi dan mempunyai kepedulian terhadap pelajar Indonesia di masa depan. Elen mengemukakan semoga pelajar Indonesia (khususnya IPNU-IPPNU) bisa lebih sadar akan The Power of Reading and Writing, karena menurutnya dengan membaca dan menulis kita akan lebih bisa mengapresiasi orang lain, dengan membaca dan menulis kita bisa explore dan unduh apapun yang kita mau. “Di era abad 21 yang serba social media (socmed) harapan saya teman-teman pelajar bisa mengubah kalimat socmed mengandung banyak mudharat menjadi socmed banyak manfaat” tambah Elen.

Diakhir wawancara, Elen mengemukakan pendapatnya yang cukup menarik dan menginspirasi pelajar Indonesia untuk suka membaca dan menulis. “Dengan membaca kita akan mulia, dengan menulis kita sejahtera, membaca dan menulis menjadikan kita lebih bersahaja, bukan dengan yang mahal, bukan harus dengan orang handal, cukup dengan waktu yang luang untuk memanfaatkan sebuah peluang dan akhirnya akan tahu bagaimana esensi dari berjuang” ungkap Elen diakhir sesi wawancara. (by: nand25)


Profil Nahda Elen Fandinka

Nama : Nahda Elen Fandinka

Tempat Lahir : Magelang

Tanggal Lahir : 7 Agustus 1998

Alamat : Krajan II RT.01 RW.02, Secang, Secang, Magelang

Sekolah : MAN 1 Kota Magelang (Jurusan Agama)

Hobi : Menyanyi, Cerita, Retorika, Membaca

Pengalaman Organisasi : OSIS, PASSUSKA, IPPNU, KPP, PKS, ECC, ROHIS

Juara yang Pernah diraih : Juara Paduan Suara, Juara Singing Competition Gemilang Idol, Juara Poetry Reading, Juara Pelajar Pelopor, Juara Duta Lalulintas, Juara Pidato Bahasa Inggris Aksioma
REALITA KONDISI PELAJAR

REALITA KONDISI PELAJAR


Oleh: Tri Fadhilatul Mustamiroh

Gaya hidup merupakan gambaran bagi setiap yang mengenakannya. Setiap individu memiliki gaya hidup yang berbeda-beda. Gaya hidup ini dapat mencerminkan sikap, perilaku, moral dan kepribadian masing-masing individu. Gaya hidup juga dapat mengetahui cara bagaimana orang tersebut hidup dalam kelompok masyarakat.

Pada zaman ini, gaya hidup setiap individu terkhusus pelajar sudah banyak yang menyimpang dari aturan, mereka sudah tidak lagi memiliki jati diri sebagai seorang pelajar. Perilaku mereka sudah tidak mencerminkan selayaknya seorang pelajar. Hal ini terjadi karena banyaknya pengaruh negatif dari dunia luar dan perkembangan teknologi yang tidak digunakan semestinya. Sebagian besar pelajar di Indonesia saat ini mengikuti trend made yang menyimpang moral. Contohnya berpakaian seperti orang kebarat-baratan. Remaja masa kini itu selalu dikaitkan dengan zaman dan teknologi. Banyak wanita remaja maupun dewasa yang memakai rok mini, baju ketat dan transparan di tempat umum. Yang lebih memprihatinkan lagi banyak stasiun televisi yang memanfaatkan model wanita untuk mempromosikan suatu produk. Seperti contohnya memperlihatkan rambut untuk iklan shampoo, memperlihatkan sebagian anggota tubuh untuk iklan sabun mandi dan hand and body lationdan baju, busana trend terkini yang seharusnya tidak layak dipublikasikan. Sehingga dengan adanya hal tersebut banyak wanita yang mengikuti trand made yang seharusnya tidak layak dijadikan contoh.

Seperti yang kita ketahui, bahwa banyak trend madeyang terdapat di luar negeri itu menyimpang moral. Sedangkan negara Indonesia adalah negara yang terkenal akan kesopanan dan budi luhurnya. Jika kita sebagai pelajar menanggapi hal ini dengan negatif, maka akan berdampak negatif juga untuk generasi selanjutnya.

Selain itu banyak remaja terutama kaum adam yang telah mengenal akan mabuk-mabukan, rokok dan narkoba. Mereka beranggapan bahwa jika tidak melakukan hal-hal tersebut maka dianggap kuno, ketinggalan zaman. Ini adalah salah satu persepsi pelajar yang salah besar, karena jika mereka mengonsumsi barang-barang tersebut akan membahayakan kesehatan mereka, terutama untuk pengguna narkoba yang telah merajalela dikalangan pelajar, padahal narkoba dapat berdampak mengalami gangguan syaraf pada otak yang tidak berjalan sempurna dan dapat mengalami gangguan mental.

Ada banyak permasalahan yang terjadi pada pelajar saat ini. Terutama adalah penurunan moral pada diri pelajar. Penyebab rusaknya moral pelajar saat ini cenderung disebabkan oleh minimnya pendidikan moral serta pembentukan mental dan karakter para pelajar. Dalam sistem pendidikan di negeri kita, pendidikan moral hanya 30 – 40 % dari kurikulum yang didapat para pelajar di sekolah. Hal ini menurut para ahli kurang, khususnya bagi para pelajar tingkat menengah pertama. Oleh sebab itu, para pelajar tersebut tidak mempunyai pegangan dalam menjalankan hidup.

Berdasarkan permasalahan-permasalahan yang terjadi dimasa ini, peranan orang tua dalam membina, mendidik serta membentuk karakter para pelajar sangatlah penting. Itu berarti orang tua harus bisa memberikan pengertian serta berperan sebagai pengayom anak-anak mereka sehingga para anak merasa aman dan terlindungi. Bila hal ini telah terjadi, anak tidak akan mencari teman yang mereka anggap nyaman di luar rumah. Karena bisa jadi tempat yang mereka anggap nyaman tersebut merupakan pergaulan yang salah sehingga dapat mempengaruhi karakter dan mental anak dimasa yang akan datang. Pendidikan agama juga sangat penting untuk para pelajar karena agama merupakan pondasi utama yang dapat dijadikan sebagai pedoman dalam melakukan semua hal. Dengan memberikan pondasi agama yang kuat serta memberikan kasih sayang kepada paragenerasi muda, bisa dipastikan tidak akan terjadi lagi penurunan moral para pelajar, sehingga kita akan mempunyai kualitas hidup yang lebih baik.

Untuk itu, dizaman modern ini mari kita sebagai penerus bangsa harus bisa memajukan bangsa indonesia. Menghindari hal-hal yang berdampak negatif, hindari pergaulan bebas, hindari narkoba. Berpikir positif dan teruslah melangkah untuk bangsa tercinta, Bangsa Indonesia.