H-24 Peringatan HUT RI, Lapangan Kajoran Belum Siap Pakai

H-24 Peringatan HUT RI, Lapangan Kajoran Belum Siap Pakai

H-24 HUT RI : Lapangan Dusun Mranggen Desa Kajoran Masih Terlihat Kotor dan Belum Terkondisikan(Senin, 25/7)
Kartika News, Kajoran – Peringatan HUT RI merupakan sebuah kegiatan yang dinanti-nanti setiap masyarakat Indonesia. Pasalnya hal tersebut adalah momen memperingati Sang Merah Putih resmi dikibarkan di tanah ibu pertiwi. Namun, berbeda di sebuah kecamatan di lereng Gunung Sumbing ini. Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang ialah nama daerah tersebut.

Persiapan peringatan hari nan sakral di daerah ini betul-betul terkesan sangat disepelekan. Penyiapan lokasi untuk uapacara yang kurang diperhatikan menjadi salah satu indikasi kurangnya persiapan panitia menghadapi hari yang suci untuk negeri ini. Pada H-24 lapangan yang akan digunakan untuk kegiatan uatama peringatan ini masih tak layak dihuni. Rumput yang tumbuh lebat tak terurus, sampah-sampah yang berserakan di penjuru lapangan menjadi saksi  ketidak siapan panitia menuju hari Kemerdekaan Indonesia.

Hal tersebut membuat kecewa komponen utama Negara yang betugas di Koramil Kajoran, pihaknya mengaku sangat kecewa atas persiapan peringatan HUT ke-72 RI yang kurang maksimal. “Harusnya rumput-rumput di lapangan ini sudah dibersihkan 3 bulan sebelumnya, jadinya kita tidak terkesan memaksakan dalam pelaksanaannya. Persiapan HUT RI kok dadakan” ungkap Aris salah satu prajurit yang bertugas di Koramil Kajoran.

Sebetulnya menjadi hal yang sangat mudah ketika pemerintah kecamatan bisa merangkul semua pihak termasuk elemen pemuda sebagai Generasi Emasnya Indonesia. Sebuah hal yang logis dan mudah sebetulnya ketika pemuda di Kecamatan Kajoran digerakkan untuk pedulli terhadap lingkungannya. Apalagi dimomen yang sakral ini, nasionalisme dan patriotism pemuda akan terbukti mengguncang dunia ketika pemerintah dapat merangkul semua elemen dengan pengertian-pengertian open maindset kepada mereka.  (nandcbp)

Kamil Ramadhan, Hafidz Cilik Asal Magelang

Kamil Ramadhan, Hafidz Cilik Asal Magelang

   Kartika News - Ajang Hafidz Indonesia telah dimulai, acara yang tayang di RCTI ini bertujuan untuk mencari hafidz dan hafidzah cilik yang sangat berpotensi di Indonesia. Setiap penulis menonton acara ini, air mata sering turun dari mata karena muliyanya bacaan di Al Qur'an. Penulis juga sering cemburu dengan mereka yang masih kecil, tapi sudah hafal Al Qur'an.

   Ajang Hafidz Indonesia 2017 inipun diikuti oleh banyak peserta dari berbagai daerah. Adapun syarat untuk ikut dalam ajang ini adalah hafal Al Qur;'an minimal 5 juz dan berumur 3 sampai 10 tahun. Namun ada sesuatu yang spesial dengan Hafidz Indonesia 2017 ini karena ada salah satu peserta yang berasal dari Magelang.


   Kamil Ramadhan (10), seorang hafidz cilik yang berasal dari Dusun Kajoran, Desa Rejosari, Bandongan, Magelang. Ketika dia berusia 1,5 tahun, Kamil sudah ditinggal oleh ayahnya. Sedangkan ibunya adalah seorang pengrajin besek untuk mencukupi kebutuhan sehari - hari.

   Saat Kamil berusia 6,5 tahun, ia sudah hafal 30 juz Al Qur'an. Kini usianya sudah beranjak 10 tahun dan kini dia sedang menjadi salah satu peserta Hafidz Indonesia 2017. Mari kita doakan bersama - sama agar dia bisa menjadi pemenang di ajang tersebut dan bisa memotivasi anak - anak lain terutama di Magelang agar lebih mencintai Al Qur'an.

   Semoga usahamu berbuah manis Kamil Ramadhan, kami tim redaksi Kartika News akan selalu mendoakanmu.
Tangis Haru Peserta Makesta Ketika Baiat IPNU IPPNU Kajoran

Tangis Haru Peserta Makesta Ketika Baiat IPNU IPPNU Kajoran


Kartika News - Hari terakhir (21/5/17) acara MAKESTA yang diselanggarakan di MTs/MA Salafiyah Penjalinan oleh PAC IPNU IPPNU Kecamatan Kajoran diwarnai dengan banyak tangisan haru dari para peserta. Acara yang membuat para peserta menangis haru adalah ketika pelaksanaan Baiat peserta Makesta.

Acara ini dimulai pukul 3.30 pagi yang diikuti oleh semua peserta. Baiat ini dilaksanakan di lapangan MA Salafiyah Penjalinan. Udara yang dingin dan kegelapan mewarnai sepanjang baiat berlangsung. Bacaan sholawat pun dikumandangkan ketika acara baiat hampir selesai, para peserta pun terlihat mulai menangis mendengarnya.

Tangisan peserta makin histeris ketika mereka semua mencium bendera merah putih dan bendera IPNU IPPNU. Saat itu ada salah satu peserta yang sangat histeris ketika mencium bendera merah putih yaitu Agus Isrodin. Tangisnya benar - benar pecah saat itu, emosinya juga campur aduk karena kecintaannya pada NU dan bangsa ini.

Yang dirasakan peserta ketika sebelum baiat dan setelah baiat pun juga berbeda. "Sebelum baiat, yang saya rasakan itu biasa saja. Namun setelah baiat itu rasanya lebih semangat dan makin suka dengan IPPNU." ujar Rahayu Fuji, salah satu peserta Makesta IPNU IPPNU Kecamatan Kajoran.

Selain itu para peserta Makesta pun makin termotivasi untuk menjadi lebih baik dan akan mempelajari lebih jauh tentang IPNU IPPNU.